Rumah Cluster Algira Guesthouse Bo...
Rumah Dijual di Bogor
Rp 300.000.000
  • LT: 15 m2
  • LB: 15 m2
  • KT: 1
  • KM: 1
Rumah Cluster The Ortensia Village...
Rumah Dijual di Bogor
Rp 313.000.000 Nego
  • LT: 78 m2
  • LB: 36 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Rumah Cluster Sabrina Azzura 1 Ban...
Rumah Dijual di Bekasi
Rp 630.000.000
  • LT: 87 m2
  • LB: 60 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Villa The Ortensia Village Bogor...
Property Lainnya Dijual di Bogor
Rp 899.000.000 Nego
  • LT: 240 m2
  • LB: 80 m2
Rumah Cluster D' ahsana Green Vill...
Rumah Dijual di Bogor
Rp 261.487.200 Nego
  • LT: 65 m2
  • LB: 24 m2
  • KT: 1
  • KM: 1
Rumah Villa Cluster Bukit Uhud Isl...
Rumah Dijual di Purwokerto
Rp 295.500.000 Nego
  • LT: 72 m2
  • LB: 36 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Rumah Cluster Ortensia Mountain Vi...
Rumah Dijual di Bogor
Rp 516.000.000 Nego
  • LT: 84 m2
  • LB: 45 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Rumah Villa Cluster Bukit Uhud Isl...
Rumah Dijual di Purwokerto
Rp 334.500.000 Nego
  • LT: 84 m2
  • LB: 45 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Rumah Cluster D' ahsana Green Vill...
Rumah Dijual di Bogor
Rp 342.373.200 Nego
  • LT: 65 m2
  • LB: 36 m2
  • KT: 2
  • KM: 1
Beranda » Blog » Tips Aman Membeli Rumah Melalui Developer Agar Tidak Tertipu

Tips Aman Membeli Rumah Melalui Developer Agar Tidak Tertipu

Dipublish pada 21 July 2019 | Dilihat sebanyak 0 kali | Kategori: Blog

Membeli rumah melalui developer merupakan pilihan banyak orang, terutama bagi mereka yang tinggal di-wilayah padat dan perkotaan. karena Jumlah lahan dan juga properti yang tersedia semakin sedikit dan sempit, sementara permintaan akan rumah dan tanah semakin tinggi setiap tahunnya.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab utama mengapa masyarakat lebih memilih untuk menggunakan jasa developer untuk bisa memiliki sebuah rumah. Daripada membangun sendiri, membeli rumah dari developer tentu akan jauh lebih muda dan praktis, setidaknya terdapat beberapa keuntungan atas hal tersebut, antara lain:

Prosesnya mudah dan simpel, di mana Anda tidak akan direpotkan dengan urusan mencari lahan, membangun, atau bahkan mengawasi proses pembangunannya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.
Berada di kawasan yang layak, sebab perumahan biasanya akan dibangun pada wilayah yang sudah memiliki fasilitas publik yang memadai, seperti: listrik, jalan raya, air bersih.
Lebih mudah mendapatkan KPR, sebab sebagian besar developer akan bekerja sama dengan pihak bank dalam bidang pendanaan pembangunan yang mereka lakukan. Hal ini akan menjadi jalan mudah untuk membeli rumah dengan fasilitas kredit, terutama bagi Anda yang belum memiliki kemampuan untuk membeli secara tunai.

Namun dari berbagai kemudahan tersebut, pembelian ini tetap mengandung sejumlah risiko, di mana terdapat sejumlah kasus nasabah yang tertipu oleh developer yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian seperti ini tentu bisa saja menimbulkan sejumlah kerugian yang cukup besar, terutama jika telah melakukan sejumlah pembayaran atas proses pembelian tersebut. Berikut tips agar terhindar dari penipuan oleh pihak developer:
1. Pertimbangkan Reputasi Developer
Jangan terburu-buru dalam memilih developer, sebab ini bisa saja menimbulkan sejumlah kerugian. Risiko yang Anda tanggung dalam pembelian ini tentu sangat besar, sekalipun itu dilakukan dengan cara kredit, di mana Anda akan melunasi rumah tersebut bahkan sebelum rumahnya dibangun oleh pihak developer.

Pastikan memilih developer dengan reputasi yang baik, dan memiliki kinerja yang bertanggung jawab, sehingga berbagai urusan Anda terkait dengan pembelian ini bisa berjalan dengan lancar.
2. Proses Penyelesaian Sertifikat

Ketika Anda mem-beli rumah melalui developer, maka sertifikat rumah tersebut masih atas nama developer itu sendiri, di mana hal ini akan membutuhkan proses untuk bisa dialihkan atas nama Anda selaku pemilik baru-nya.

Sangat penting bagi Anda untuk menanyakan sejak awal, kapan sertifikat tersebut akan dialih namakan kepada Anda. Pada umumnya hal ini juga akan tercantum di dalam surat perjanjian jual beli, namun selalu pastikan juga menanyakannya secara langsung kepada pihak developer.

3. Jangan Bayar DP sebelum KPR disetujui

Jangan pernah membayar Uang Muka atau tanda jadi kepada pihak developer sebelum KPR Anda disetujui oleh pihak-bank, ini terjadi bila anda menggunakan KPR Bank Syariah dan KPR Bank Konvensional. Meskipun developer ter-sebut telah bekerja sama dengan bank tempat Anda mengajukan KPR, namun tidak ada jaminan bahwa KPR tersebut akan disetujui oleh pihak bank.

Hindari membayar DP sebelum adanya persetujuan tersebut, sebab dalam beberapa kasus yang seperti ini, di mana DP telah dibayarkan namun KPR ditolak oleh bank, sejumlah DP tersebut akan sulit kembali dan biasanya akan dipotong sekian persen oleh pihak developer. apabila melalui KPR Syariah sudah pasti disetujui.

4. Tidak Bisa Take-Over karena Sertifikat belum Balik Nama menjadi milik kita

Berbagai alasan mungkin saja menjadi penyebab Anda ingin melakukan take over ke bank lain, dari bank yang saat ini Anda gunakan KPR nya. Namun pada umummnya hal ini akan sulit di-lakukan, sebab pada umumnya pihak bank akan meminta sertifikat atas nama Anda saat mengajukan take over kepada mereka.

Jika Anda belum melakukan pengalihan sertifikat kepemilikan dari developer, maka besar kemungkinan tidak bisa melakukan take over. Ini merupakan hal yang harus dipertimbangkan sejak awal, saat memilih bank sebagai sumber KPR Anda. beda cerita bila langsung KPR Syariah karena tidak melalui Bank.

5. Rumah Tidak jadi Sesuai Jadwal
Ini merupakan risiko yang sangat mungkin terjadi saat membeli rumah melalui developer, dimana Anda mungkin saja berhadapan pada kondisi seperti dibawah ini:

– Rumah tidak jadi, padahal pembayaran sudah dilunasi.
– Rumah selesai / jadi di luar target yang ditentukan (terlambat).
– Rumah selesai / jadi, namun tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi awal (buruk)

Hindari berbagai hal di atas dengan cara memilih sebuah developer yang handal dan memiliki reputasi yang baik di dalam bisnis yang mereka jalankan.

6. Kewajiban Developer jika Wanprestasi

Jika melihat besarnya risiko yang Anda tanggung atas pembelian rumah lewat developer, maka sangat penting untuk mengantisipasi berbagai tindakan wanprestasi yang mungkin dilakukan oleh pihak developer. Pahami kewajiban ini dengan baik, Anda bisa menemukannya di dalam perjanjian jual-beli rumah tersebut.
7. Segera AJB setelah Rumah Jadi

Berdasarkan Pasal.37 Peraturan Pemerintah (PP) No.24 Thn 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, Akta Jual-Beli (AJB) merupakan bukti sah bahwa hak atas tanah dan bangunan sudah beralih kepada pihak lain. Segera lakukan hal ini setelah rumah Anda selesai dibangun.
8. Segera Urus Status SHM

Setelah AJB selesai, Anda akan mendapatkan sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) dari pihak developer, di mana hal ini bisa Anda gunakan untuk mengubah sertifikat menjadi SHM. Jika pihak developer tidak me-ngurus hal ini untuk Anda, maka Anda lah yang harus segera mengurus-nya sendiri.
9. IMB juga Sangat Penting

Berdasarkan Undang-Undang 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, memiliki syarat bahwa untuk mendirikan bangunan gedung di Indonesia diwajibkan untuk memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal ini wajib dan selalu pastikan bahwa rumah yang dibeli memiliki IMB tersebut. Hal ini akan membantu Anda untuk menghindari berbagai masalah di kemudian hari terkait dengan izin bangunan tersebut.
10. Hindari Transaksi di Bawah Tangan

Jangan pernah melakukan transaksi seperti ini, sebab ini sangat berisiko untuk menimbulkan kerugian. Lakukan sesuai prosedur, jika ternyata rumah tersebut masih diagunkan ke bank, maka lakukan pengalihan kredit di bank dengan dikuatkan akta notaris.
Pilih yang Memiliki Reputasi Baik dan Bertanggung Jawab

Dalam memilih developer, Anda akan membutuhkan sejumlah informasi terkait dengan kinerja dan juga pelayanan mereka selama ini. Jangan terburu-buru, sebab hal ini memiliki risiko yang tinggi di dalam keuangan. Pilih developer yang memiliki reputasi baik dan juga tanggung jawab penuh di dalam bisnis yang dijalankan, sehingga urusan Anda dengan mereka dapat berjalan baik dan lancar.

Bagikan informasi tentang Tips Aman Membeli Rumah Melalui Developer Agar Tidak Tertipu kepada teman atau kerabat Anda.

Belum ada komentar

Mungkin Anda tertarik dengan properti berikut ini:

Rumah Cluster Algira Guesthous...

Rumah Dijual di Bogor
Rp 400.000.000
  • L.Tanah: 40 m2
  • L. Bangunan: 27 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

Kavling Cluster The Ortensia V...

Tanah Dijual di Bogor
Rp 159.000.000 Nego
  • L.Tanah: 72 m2

Rumah Villa Cluster Bukit Uhud...

Rumah Dijual di Purwokerto
Rp 295.500.000 Nego
  • L.Tanah: 72 m2
  • L. Bangunan: 36 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

Villa The Ortensia Village Bog...

Property Lainnya Dijual di Bogor
Rp 899.000.000 Nego
  • L.Tanah: 240 m2
  • L. Bangunan: 80 m2

Rumah Cluster Ortensia Mountai...

Rumah Dijual di Bogor
Rp 516.000.000 Nego
  • L.Tanah: 84 m2
  • L. Bangunan: 45 m2
  • K. Tidur: 2
  • K. Mandi: 1

Rumah Cluster Algira 5 Pondok ...

Rumah Dijual di Bogor
Rp 300.000.000
  • L.Tanah: 54 m2
  • L. Bangunan: 21 m2
  • K. Tidur: 1
  • K. Mandi: 1
SIDEBAR
Jual beli rumah jadi mudah & cepat. Hubungi kami!